Ayah Ellen Pastikan Anaknya Lahir di Jakarta

Ayah Ellen, Miss Indonesia 2011 pastikan anaknya lahir dan berdomisili di Jakarta

Kontroversi pemenang Miss Indonesia, Astrid Ellena yang menggunakan ‘label’ Jawa Timur meski bukan asli Jatim makin memanas. Pasalnya, sesuai pengakuan ayah Astrid Ellena, Yunadi Fredrich, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akte kelahiran Ellen--begitu sapaan akrabnya--asli Jakarta.

Keluarga pun menolak dituding melakukan kebohongan publik karena merasa tidak menyembunyikan identitas. Mengenai, putrinya yang ditunjuk sebagai wakil Jatim, murni ‘hak veto’ panitia.

“Bahkan awalnya, Ellen di tawari jadi wakil luar Jawa. Tapi mungkin karena panitia melihat dia pernah sekolah di Surabaya, dia kemudian mewakili Jatim,” ujar Yunadi saat menghubungi Surabaya Post, Selasa (7/6) siang.

Dikatakannya, sesuai persyaratan Ellen melakukan audisi sesuai KTP dan tempat kelahiran yaitu Jakarta. Namun Diakuinya, Ellen memang pernah sekolah di Cita Hati sejak TK hingga SMP kelas 1. Sekadar diketahui, informasi yang diberikan ayahnya ini berbeda dengan keterangan Ellen yang mengatakan dia sekolah di Surabaya sejak SD-SMP, baru pindah sekolah ke Amerika saat SMA.

Yunadi juga mengatakan, hal seperti ini (peserta tidak asli putri daerah,Red.) tidak hanya terjadi pada anaknya dan wakil dari Kalsel yang dikabarkan asli Sidoarjo, tapi juga terjadi pada wakil-wakil lain salah satunya Sumatera Utara. “Ini tidak hanya terjadi pada Ellen saja tapi juga pada peserta lainnya. Lagipula Ellen juga awalnya tidak menyangka kalau ia akan mewakili Jatim. Karena keputusan itu diberitahukan panitia beberapa hari kemudian,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Yunadi dia telah memberitahukan hal itu ke Gubernur Jatim, Soekarwo saat anaknya terpilih sebagai wakil Jatim di ajang Miss Indonesia. “ Sesudah keputusan itu melalui teman saya yang anggota DPRD Gresik namanya Hariadi saya dihubungkan dengan Gubernur agar nantinya bisa mendukung anak saya di ajang Miss Indonesia,” terangnya.

Terpisah, Anggota Komisi E DPRD Jatim Heri Prasetyo mengatakan apa pun hasilnya karena telah membawa nama Jatim panitia harus mempertanggungjawabkan pagelaran tersebut. Bahkan pihak panitia diharapkan menarik kembali nama Jatim karena merasa tidak terwakili. “Sebagai masyarakat Jatim saya merasa tersinggung, kami minta itu ditarik kembali karena merupakan kebohongan publik,” katanya, pagi tadi.

Ia menilai masih banyak warga asli Jatim yang layak untuk bisa mewakili Jatim. Ia mengaku heran mengapa pihak panitia mencatut nama Jatim sebagai asal-muasal Astrid Ellena meskipun dia jelas-jelas tidak melakukan audisi di wilayah Jatim bahkan persyaratan utama harus lahir dan berdomisili di Jatim tidak terpenuhi. “Nama Jatim boleh terangkat karena prestasinya menang ajang itu, tetapi ketika dia bukan berasal dari Jatim itu kan sama saja,” katanya.

Hery mengatakan tidak seharusnya panitia melakukan aksi menyelundupkan peserta yang bukan dari Jatim. Terlebih lagi kemudian Ia menjadi pemenang dan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat Jatim. Bayangkan berapa keuntungan yang dikeruk penyelenggara dari Jatim, karena Ellen juga menjadi Miss Favorit dari poling SMS. Sekadar diketahui, tarif SMS premium untuk ajang-ajang seperti ini sebesar Rp 2.000/sms.

Ia menyatakan menolak Ellen untuk mewakili Jatim jika memang terbukti bukan berasal dari Jatim.“Akan kita tolak jika bukan berasal dari Jatim, masak gak ada orang Jatim yang bisa mewakili untuk ikut ajang itu? Sampai harus pakai peserta dari luar wilayah Jatim,” tuturnya.

Terkait hal ini, pihaknya akan segera meminta keterangan dari pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengenai asal-usul Ellen. Hery merasa perlu untuk mempertanyakan keterwakilan Jatim diajang Miss Indonesia. Terlebih lagi Ellen bukan mewakili Jatim jika dilihat dari lokasi audisinya.

Sementara, Ketua Pemuda Surabaya (Pusura) M. Zaidun menilai tindakan ini sebagai sebuah hal yang tidak etis karena menjadi wakil sebuah daerah sebenarnya tidak cukup bahwa ia dilahirkan dan berdomisili di daerah tersebut. “ Seorang yang menjadi wakil sebuah daerah itu harus paham dan bisa menginterpretasikan semua apa yang dimiliki oleh daerah tersebut baik secara budaya dan geografisnya. Tidak hanya sebatas ia lahir dan memiliki KTP wilayah yang ada di Jatim,” ucapnya.

Apalagi, kenyataannya yang bersangkutan hanya pernah tinggal di Surabaya selama 9 tahun—sesuai keterangan Ellen-- ketika bersekolah SD hingga SMP. Sementara tempat kelahirannya dan domisilinya di Jakarta. “ Seharusnya ia tidak mewakili Jatim, selain karena tidak sesuai dengan persyaratan. Ia juga tinggal di Surabaya tak sampai 10 tahun,” tuturnya.

Zaidun yang juga dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya menambahkan, meskipun tidak melanggar secara hukum, permasalahan ini jelas melanggar etika moral dan menyinggung perasaan masyarakat Jatim. “ Bagaimana bisa yang bukan orang Jatim mewakili Jatim di ajang nasional seperti Miss Indonesia? Ini kan bisa melukai perasaan putri-putri asli Jatim dan tidak adil buat mereka,” katanya.

Untuk itu, ia mengharapkan agar permasalahan ini segera di clear-kan oleh pihak panitia. “Panitia harus segera menyelesaikan masalah ini. Apa alasan mereka sampai akhirnya menunjuk peserta yang bukan asli Jatim mewakili Jatim di ajang Miss Indonesia,” katanya.

Senada, Rudi Isbandi budayawan yang juga sering di sebut ‘Begawan’ nya Jatim ini menyesalkan terjadinya penunjukan seseorang yang bukan asli orang Jatim mewakili Jatim. “ Kontes putri kecantikan seperti itu kan biasanya membawa misi budaya dari daerah masing-masing. Nah kalau wakilnya sendiri tidak berasal dari daerah yang diwakilinya bagaimana? Ini kan lucu jadinya?” katanya.

Meskipun secara kemampuan mungkin saja yang bersangkutan itu sangat baik. Namun etika kejujuran itu jangan dilupakan. “ Pintar saja kalau tidak jujur buat apa? Kan jika sudah tahu dia tidak lahir dan tinggal di Jatim semestinya ia jangan mau dijadikan wakil Jatim,” sindirnya.

Sementara, SD dan SMP Cita Hati tempat yang diakui Astrid Ellena sebagai tempatnya menuntut ilmu selama di Surabaya juga belum bisa dikonfirmasi soal kebenaran, apakah memang benar Ellena Wakil Jatim di Miss Indonesia pernah bersekolah di sana karena pihak sekolah sedang sibuk dengan kegiatan siswanya di sekolah. (source: surabayapost.co.id)


TERKAIT :